Ya mungkin untuk seorang mahasiswa baru, hal paling indah pada awal kuliah adalah mendapatkan "Kartu Tanda Mahasiswa", disitu bakal terpampang wajah maskulin anda beserta nama dan juga NIM, mungkin untuk mahasiswa angkatan atas kartu ini cuman kartu biasa, tapi hal ini berbeda untuk maba, kartu ini sebagai pengesah bahwa mahasiswa tersebut telah resmi berkuliah di ITB. mungkin pada saat menerima KTM ada yang nangis, ada yang senang, ada yang lari2an, ada yang lompat dari gedung PAU (oo yang itu lg bunuhdiri kayaknya)
Namun apa jadinya, bila di ktm tersebut nama bapak dan ibu sekalian salah, itu bisa jadi akhir dunia bung (lebay). misalnya nama anda i gede pipit, namun ada kesalahan pengetikan pada nama anda sehingga huruf p berubah menjadi t (kok bisa ya , jauh banget), kesalahan ini bakal mengakar hingga nama anda di absen. contoh real nama yang salah:
dosen: baik saya akan mengabsen umar
A: hadir
dosen: bambang
B: hadir pak
dosen : i gede titit
semua diam
dosen: i gede titit hadir????
semua diam
dosen: woi yang tititnya gede maju semua
semua maju
dari contoh di atas bisa kita lihat, kalo nama itu penting, dan hal tersebut terjadi pada saya, nama saya di ktm salah. untung aja salahnya dikit, ya terpaksa harus menuju ke annex buat ngurusin nama yang salah ini.
usia saya yang masih bau kencur ini (kuliah aja baru 3 hari) memaksa saya harus membranikan diri menuju ke annex, sebelum kesana saya coba survei dulu di internet cara mengurus ktm, ada yang bilang 2 minggu selesai, ada yang bilang 1 bulan, ada yang bilang nggak selesai2 ngurusnya (ternyata dia nggak lagi ngurus ktm). ini malah membuat saya tambah takut, apakah awal2 kuliah saya harus diisi dengan mengurus ktm doang selama sebulan dengan birokrasi yang berbelit-belit, apakah saya harus bolak balik kampus-annex-kampus annex selama sebulan, mengapa doraemon bisa mati (nggak ada hubungan).
akhirnya pada hari rabu saya pun membranikan diri, awalnya saya bertanya pada satpam "bapak kamu pemanah ya". satpam menjawab "kok tau???", "karena bapak telah memanah hatiku" jawabku bangga (dialog diatas cuman rekayasa belaka, jangan anggap penulis maho). ternyata saya harus menuju loket 17, sesampainya disana, ternyata saya di oper menuju loket 9. sesampainya di loket 9 ternyata saya disuruh membawa akte kelahiran. untung nggak ada kuliah hari itu, langsung aja menggeber motor dengan kecepatan 30 km/jam menuju kost buat ngambil akte kelahiran.
setelah balik, ngomong cas cis cus ngetik ini ngetik itu, saya di oper menuju usdi buat nyetak ktm baru, ternyata usdi letaknya di lantai 3, dengan perasaan was was soalnya nggak ada mahasiswa lain disana selain saya, sampai di usdi cuman nunggu 5 menit langsung selesai ktm baru, ternyata nggak perlu sebulan, saya kira habis ini mau dioper lagi atau jangan2 tendangan bebas, untung aja saya langsung disuruh pulang. dengan bangganya saya pulang menuju kos, tapi dalam hati saya masih binggung apakah kesalahan nama ini cuman sampai sini saja ngurusnya, apakah saya harus melapor ke bagian lain, saya pegen cepat-cepat ketemu dosen wali buat nanyain masalah ini, semoga bisa cepat ketemu ama dosen wali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar